Beranda Senin, 12 Oktober 2026

!online

Ekonomi Netral

Serangan di Riyadh dan Selat Hormuz Bikin Harga Minyak Bertahan di Atas USD100 per Barel

Senin, 12 Oktober 2026, 13:11 WIB Sumber: Sindonews Dibaca 8 kali
Ukuran:

Serangan ke Bandara Riyadh serta hantaman drone terhadap kapal tanker di Selat Hormuz membuat harga minyak mentah Brent bertahan di atas USD100 per barel pada perdagangan Senin (12/10/2026), walau mengalami koreksi kecil. Pengumuman gencatan senjata fasilitas energi oleh Presiden AS Donald Trump yang menyertakan kesepakatan impor diesel dari Moskow sempat mendinginkan harga minyak dunia, namun respons resmi dari Ukraina dan Kremlin masih menunggu kepastian.

Poin-Poin Utama

  • Serangan drone ke kapal tanker di Selat Hormuz terjadi pada awal pekan perdagangan, Senin (12/10/2026).
  • Serangan rudal ke Bandara Riyadh terjadi sebagai bagian dari eskalasi konflik di Timur Tengah.
  • Harga minyak mentah acuan Brent bertahan di atas USD100 per barel setelah serangan tersebut.
  • Pasar energi global mengalami gejolak tajam pada Senin (12/10/2026).
  • Kenaikan pasokan bahan bakar minyak Rusia sempat mendinginkan harga minyak dunia.
  • Klaim kesepakatan gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina sempat menurunkan harga minyak.
  • Harga minyak mentah Brent merosot USD1,54 atau 1,47% ke level USD103,18 per barel pada Senin pagi.
  • Minyak mentah West Texas Intermediate terkoreksi USD1,54 atau 1,68% menjadi USD90,31 per barel.
  • Kontrak berjangka ICE Gasoil merosot 3% ke level USD1.436 per barel.
  • Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata fasilitas energi pada Minggu.
  • AS secara mendadak menyetujui impor diesel dari Moskow sebesar 300.000 ton atau 2,25 juta barel.
  • Impor diesel dari Moskow pada November disepakati sebesar 500.000 ton.
  • Satu juta ton impor diesel berikutnya dari Moskow juga disepakati setelah kesepakatan sebelumnya.
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan masih menunggu rincian resmi gencatan senjata.
  • Kremlin belum memberikan komentar resmi mengenai pengumuman gencatan senjata tersebut.
Tagar Terkait
#selat hormuz#donald trump#rusia#ukraina#harga minyak#riyadh#konflik timur tengah#brent#volatilitas pasar#gencatan senjata energi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya