6.702 Titik Panas di Papua Selatan, Kabut Asap Meluas hingga Maluku
Sebanyak 6.702 titik panas terpantau di Papua Selatan hingga 11 Oktober 2026, dengan lokasi kebakaran berada di wilayah perbatasan Indonesia dan negara tetangga yang sulit dijangkau. Kabut asap dari kebakaran tersebut menyebar hingga Maluku dan mulai mengganggu penerbangan di Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura. Kemarau yang masih berlangsung ditambah fenomena cuaca ekstrem diperkirakan akan terus memicu titik api selama dua hingga tiga bulan ke depan.
Poin-Poin Utama
- 6.702 titik panas terpantau di Papua Selatan hingga 11 Oktober 2026.
- Titik panas berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.
- Titik panas tersebar di Kabupaten Boven Digoel, Mappi, dan Merauke.
- Distrik Kaptel, Ilwayab, dan Kimam di Merauke tidak bisa dijangkau.
- Lahan terbakar rata-rata berkisar 5-10 hektar.
- Jarak pandang akibat kabut asap berkisar 100 meter di Merauke.
- Jarak pandang akibat kabut asap berkisar 50 meter di Boven Digoel.
- Kecepatan angin berkisar 15-25 knot bertiup dari tenggara.
- Asap menyebar ke Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat, Papua Barat Daya, Maluku, dan Maluku Utara.
- Kemarau dan El Nino kuat berlangsung 2-3 bulan ke depan.
- Titik panas di wilayah Provinsi Papua hanya 10 titik per 11 Oktober 2026.
- Kabut asap mulai mengganggu penerbangan di Bandar Udara Sentani.
- Lima penerbangan dari dan ke Wamena dibatalkan pada Senin pagi.
- Sebagian asap diyakini berasal dari kebakaran di wilayah Papua Nugini.
- BMKG belum memantau kabut asap melalui citra satelit di wilayah Jayapura.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.