Harga Beras Naik di 127 Daerah, Tito Minta Pemda Segera Intervensi
Harga beras naik di 127 kabupaten/kota, telur ayam ras di 106 daerah, dan daging ayam ras di 194 daerah. Tito Karnavian meminta pemda berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, Bulog, dan pelaku usaha untuk menstabilkan harga, termasuk melalui operasi pasar. Inflasi tahunan September 2026 tercatat 3,28 persen, dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebagai penyumbang terbesar.
Poin-Poin Utama
- Harga beras naik di 127 kabupaten/kota di Indonesia.
- Harga telur ayam ras naik di 106 daerah.
- Harga daging ayam ras naik di 194 daerah.
- Harga cabai merah naik di 314 daerah.
- Harga cabai rawit naik di 268 daerah.
- Mendagri Tito Karnavian meminta pemda segera mengintervensi kenaikan harga pangan.
- Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 diselenggarakan di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.
- Tito meminta pemda berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, dan pelaku usaha untuk menstabilkan harga.
- Salah satu langkah yang didorong adalah operasi pasar di titik-titik kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga.
- Inflasi tahunan pada September 2026 mencapai 3,28 persen, meningkat dari 3,19 persen pada Agustus 2026.
- Inflasi bulanan September 2026 naik menjadi 0,30 persen dari 0,21 persen pada Agustus 2026.
- Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan angka 0,88 persen.
- Target inflasi pemerintah tidak boleh melebihi 3,5 persen.
- Kenaikan harga pangan memberikan tekanan besar kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
- Masyarakat termiskin 20 persen sangat terpengaruh oleh kenaikan harga komoditas.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.