Beranda Rabu, 14 Oktober 2026

!online

Tekno Netral

Profil 3 Besar Inovator Teknologi Kesehatan DPD RI Awards 2026

Selasa, 13 Oktober 2026, 11:07 WIB Sumber: DetikNews Dibaca 9 kali
Ukuran:

Tiga besar DPD RI Awards 2026 kategori Inovator Teknologi Kesehatan telah dipilih melalui rapat perdana Dewan Pakar di Jakarta. Ketiganya adalah Nur Arning Tengara Kasih dengan platform digital SOBIKU Indonesia untuk deteksi dini kanker anak, Megi Riomandala dengan Sikeling Pusako untuk digitalisasi pelayanan kesehatan lingkungan puskesmas di Bengkulu, dan Siti Nurmaini dengan aplikasi TeleOTIVA yang mengintegrasikan kecerdasan buatan untuk skrining dan deteksi dini kanker serviks. Ketiga inovator dinilai telah menghasilkan program terobosan yang berdampak positif bagi sektor kesehatan di Indonesia.

Poin-Poin Utama

  • Dewan Pakar memilih tiga besar DPD RI Awards 2026 kategori Inovator Teknologi Kesehatan.
  • Pemilihan dilakukan dalam rapat perdana di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan pada 5 Oktober 2026.
  • DPD RI Awards 2026 memiliki empat kategori penghargaan.
  • Dewan Pakar DPD Awards 2026 beranggotakan lima orang ahli dari berbagai bidang.
  • Nur Arning Tengara Kasih mengembangkan platform SOBIKU Indonesia untuk deteksi dini kanker anak.
  • Aplikasi SOBIKU Indonesia memiliki fitur skrining, edukasi, komunitas, dan donasi.
  • SOBIKU Indonesia mencakup edukasi tenaga medis, pelatihan kader Posyandu, dan dukungan psikososial.
  • Megi Riomandala menciptakan Sistem Informasi Kesehatan Lingkungan Puskesmas Semelako bernama Sikeling Pusako.
  • Sikeling Pusako dikembangkan pertama kali pada tahun 2019 di Kabupaten Lebong, Bengkulu.
  • Desa Open Defecation Free meningkat dari 0 desa pada 2019 menjadi 100% pada 2024.
  • Siti Nurmaini mengembangkan aplikasi TeleOTIVA untuk skrining kanker serviks.
  • TeleOTIVA mengintegrasikan kecerdasan buatan, computer vision, dan telemedicine.
  • TeleOTIVA membantu tenaga kesehatan mendokumentasikan dan mengidentifikasi lesi serviks.
  • TeleOTIVA menyediakan konsultasi jarak jauh dengan dokter spesialis melalui fitur telemedicine.
  • TeleOTIVA dikembangkan sebagai sistem pendukung keputusan klinis, bukan pengganti tenaga medis.
Tagar Terkait
#kesehatan#ai#dpd ri#teknologi digital#awards#inovator teknologi kesehatan
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.

Buka Sumber di DetikNews

Warta Terkini Lainnya