Boneka Berbulu Itu Bukan Teman: Cara Big Tech Meredam Ketakutan Anda pada AI
Meta memperkenalkan Jolly, boneka berbulu sebagai maskot asisten AI Muse miliknya, dalam upaya meredam kekhawatiran masyarakat terhadap kecerdasan buatan. Perusahaan teknologi besar seperti OpenAI, Genspark, dan Grok juga menggunakan karakter lucu dan imut untuk membuat AI tampak ramah. Menurut Joshua Paul Dale dari Chuo University, mekanismenya terletak pada respons otak yang bereaksi terhadap hal imut sebelum sempat berpikir secara rasional, sehingga pengguna cenderung lebihaccepting terhadap teknologi AI.
Poin-Poin Utama
- Jolly adalah maskot agen AI Muse buatan Meta berbentuk boneka berbulu.
- Muse merupakan agen AI yang mengerjakan tugas, bukan sekadar menjawab pertanyaan.
- Jolly memiliki mata besar, senyum polos, pipi merona, dan tubuh gemuk.
- Jolly mampu memesan tiket liburan dan mengelola keuangan pengguna.
- Jolly dapat mengenakan pakaian serta headphone kecil saat bekerja.
- OpenAI menggunakan titik-titik bulat tanpa mulut sebagai maskot.
- Genspark memiliki maskot lobster berbulu.
- Pengguna Grok mengadopsi alien kecil berwarna kehijauan bernama Groklet.
- Maskot-maskot imut tersebut muncul ketika ketakutan terhadap AI meningkat.
- Joshua Paul Dale adalah profesor di Chuo University, Tokyo.
- Joshua Paul Dale merupakan pendiri bidang kajian Cute Studies.
- Melihat benda imut merangsang pusat kesenangan di otak sebelum proses berpikir.
- Thiago Serra adalah profesor analitika bisnis di University of Iowa.
- Kelucuan maskot AI bukan hiasan melainkan strategi meredam ketakutan pengguna.
- Pergeseran dari robot pembunuh ke boneka yang dapat dipeluk terjadi dengan cepat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.