4 Jenis Rezeki dalam Islam, dari yang Dijamin hingga Tak Terduga
malasan karena manusia tetap diperintahkan bekerja, berdoa, dan mencari penghasilan dari jalan yang halal dengan memanfaatkan potensi yang telah diberikan Allah.
Poin-Poin Utama
- Rezeki dalam Islam dibedakan menjadi dua yaitu rezeki yang datang kepada manusia dan rezeki yang harus diupayakan.
- Terdapat empat kategori rezeki yaitu dijamin, melalui usaha, dijanjikan, dan dari arah yang tidak disangka-sangkanya.
- Rezeki yang dijamin merupakan rezeki yang telah ditetapkan Allah bagi setiap makhluk-Nya.
- Malaikat mencatat rezeki, ajal, amal, dan keadaan hidup ketika janin berada dalam kandungan.
- QS At-Talaq ayat 2-3 menyebutkan bahwa orang yang bertakwa akan diberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.
- Kasab berarti upaya seseorang untuk mendapatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan hidupnya.
- Allah memberikan manusia berbagai potensi yaitu kesehatan, tenaga, akal, keterampilan, dan kesempatan.
- Hadis dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhu diriwayatkan oleh Ibnu Hibban.
- Hadis tersebut berisi perintah untuk tidak menganggap rezeki datang terlambat.
- Seseorang tidak akan meninggal dunia hingga rezeki yang menjadi bagiannya sampai kepadanya.
- Islam memerintahkan manusia untuk bekerja, berdoa, dan mencari penghasilan dari jalan yang halal.
- Keyakinan terhadap ketetapan Allah tidak boleh membuat seseorang bermalas-malasan.
- Manusia tidak dapat menentukan bagaimana dan kapan rezeki itu datang karena semuanya dalam ketetapan Allah.
- Hadis tersebut berisi perintah untuk memperbaiki cara mencari rezeki, mengambil yang halal, dan meninggalkan yang haram.
- Hanya orang yang beriman kepada ketentuan Ilahi tetapi tetap berusaha yang memahami hakikat rezeki secara utuh.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.