Beranda Rabu, 14 Oktober 2026

!online

Olahraga Netral

Sepakati Kontrak 10 Tahun untuk Gelar GP Rwanda, F1 Akhirnya Kembali ke Afrika

Rabu, 14 Oktober 2026, 02:06 WIB Sumber: Republika Dibaca 8 kali
Ukuran:

Formula 1 menyepakati kontrak berdurasi 10 tahun untuk menggelar Grand Prix Rwanda, yang menandai kembalinya F1 ke Afrika setelah absen selama lebih dari tiga dekade sejak GP Afrika Selatan 1993. Balapan perdana ditargetkan masuk kalender pada awal 2030-an di sirkuit baru yang dibangun di Bugesera, sekitar 40 kilometer di selatan Kigali, dan harus memenuhi standar FIA Grade 1. Presiden F1 Stefano Domenicali menilai kesepakatan ini sebagai momen bersejarah karena seluruh benua berpenghuni kini akan terjangkau oleh olahraga balap mobil tersebut.

Poin-Poin Utama

  • Balapan F1 terakhir di Afrika berlangsung pada 14 Maret 1993 di Sirkuit Kyalami, Gauteng.
  • Alain Prost bersama Williams-Renault memenangkan GP Afrika Selatan 1993.
  • F1 menyepakati kontrak berdurasi 10 tahun untuk GP Rwanda.
  • Balapan pertama Rwanda ditargetkan masuk kalender F1 pada awal 2030-an.
  • Sirkuit GP Rwanda dibangun di Bugesera, sekitar 40 kilometer di selatan Kigali.
  • Sirkuit harus memenuhi standar FIA Grade 1 untuk menggelar balapan F1.
  • Lokasi sirkuit berdekatan dengan Bandara Internasional Kigali yang baru.
  • Desain lintasan akan menyesuaikan lansekap alam dan memanfaatkan variasi ketinggian.
  • Proyek pembangunan sirkuit dipimpin Rwanda Development Board.
  • President dan CEO F1 Stefano Domenicali menyebut kesepakatan dengan Rwanda sebagai momen bersejarah.
  • Kehadiran Rwanda akan menjadikan F1 gelar balapan di seluruh benua berpenghuni.
  • GP Rwanda menjadi bagian dari rencana perluasan kalender kejuaraan F1.
  • Jeda balapan F1 di Afrika berlangsung lebih dari tiga dekade.
  • Penyelenggaraan GP Rwanda bergantung pada penyelesaian sirkuit dan kesiapan persyaratan F1.
Tagar Terkait
#afrika#f1#grand prix#rwanda#balap mobil#stefano domenicali#alain prost#sirkuit kyalami
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya