Beranda Sabtu, 26 September 2026

!online

Lingkungan Negatif

Kehidupan Kami Tidak Normal di Tengah Kabut Asap Karhutla

Sabtu, 26 September 2026, 18:07 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan telah menyelimuti Kalimantan selama dua bulan, memaksa warga tetap beraktivitas dalam kondisi tidak normal di tengah paparan indeks standar pencemar udara yang jauh melampaui batas aman WHO. Gangguan penerbangan melonjak 157,2 persen dengan 409 penerbangan terdampak, serta kesehatan masyarakat terutama anak-anak terancam serius akibat paparan PM2,5 yang tinggi.

Poin-Poin Utama

  • Kabut asap karhutla telah menyelimuti Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, selama dua bulan.
  • Nanta (37), warga Kubu Raya, merasakan kehidupan semakin berat di tengah kabut asap.
  • Warga tetap beraktivitas dan bekerja meski kabut asap tebal melanda.
  • Masyarakat dipaksa membeli masker karena kondisi udara tidak sehat.
  • Masker jenis KN95 dianggap ideal untuk kabut asap, namun harganya tidak terjangkau semua orang.
  • Kementerian Kesehatan mencatat ISPU di Kubu Raya sebesar 144 mikrogram per meter kubik pada 26 September 2026.
  • Kontaminan yang tercatat berupa PM25 dengan kategori kualitas udara tidak sehat.
  • Angka ISPU tersebut jauh melampaui batas paparan harian WHO yang hanya 15 mikrogram per meter kubik.
  • PM25 adalah partikulat halus yang dapat menembus sistem pertahanan tubuh melalui pernapasan.
  • Daniel (43), warga Balikpapan, tertahan di Palangka Raya selama tiga hari akibat gangguan penerbangan.
  • 409 penerbangan terdampak pada periode 14-20 September 2026 di wilayah Kalimantan.
  • Jumlah penerbangan terdampak melonjak 157,2 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
  • Dari 409 penerbangan terdampak, 141 mengalami keterlambatan dan 254 dibatalkan atau ditunda.
  • Zahratul (39), warga Banjarbaru, mengalami jarak pandang hanya 10-20 meter akibat kabut asap.
  • Zahratul membawa anaknya ke rumah aman asap setiap hari untuk menghirup udara segar.
Tagar Terkait
#karhutla#penerbangan#bnpb#kesehatan#ispa#kalimantan#kabut asap#pencemaran udara
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya