Gunung Marapi Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Terjadi di Bukittinggi dan Agam
Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi pada malam hari dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 19 detik, memicu hujan abu vulkanik di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam yang berlangsung sekitar satu jam. Erupsi tersebut juga memunculkan lava pijar yang terekam kamera pengawas serta dentuman dan gemuruh yang mengejutkan warga di sejumlah daerah. Hingga Sabtu malam, Gunung Marapi masih berstatus Level II (Waspada) dengan imbauan agar masyarakat tidak memasuki radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek dan mewaspadai potensi banjir lahar saat musim hujan.
Poin-Poin Utama
- Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi pada Minggu, 27 September 2026.
- Erupsi memicu hujan abu vulkanik di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam.
- Hujan abu vulkanik berlangsung selama kurang lebih satu jam.
- Erupsi terjadi pada pukul 21.40 WIB pada malam hari.
- Erupsi memunculkan lava pijar yang terekam oleh kamera pengawas.
- Amplitudo maksimum erupsi tercatat sebesar 30 milimeter.
- Durasi erupsi berlangsung selama sekitar satu menit 19 detik.
- Tinggi kolom abu tidak dapat diamati karena letusan terjadi pada malam hari.
- Erupsi disertai dentuman dan gemuruh yang mengejutkan warga.
- Gunung Marapi memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut.
- Gunung Marapi berstatus Level II atau Waspada.
- Masyarakat diimbau tidak memasuki radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek.
- Masyarakat di sepanjang lembah dan aliran sungai berhulu di Gunung Marapi diminta mewaspadai potensi banjir lahar.
- Masyarakat yang terdampak hujan abu diimbau menggunakan masker.
- Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah mengenai perkembangan erupsi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.