Misteri Sendawa Lubang Hitam Terungkap: Sama Saja Meski Beda Ukuran
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa sendawa kosmik atau semburan jet energi yang dipancarkan lubang hitam supermasif saat memangsa bintang ternyata mengikuti mekanisme serupa dengan lubang hitam bermassa bintang yang jauh lebih kecil. Semburan jet ini terjadi dalam dua fase terpisah, yaitu saat lubang hitam sedang memangsa materi secara ekstrem dan kemudian muncul kembali ketika tingkat pemangsaan menurun hingga menyentuh angka 2 persen dari batas Eddington. Penemuan ambang batas 2 persen ini menjadi kunci karena pada titik itulah lubang hitam bermassa bintang juga melepaskan jet mereka, membuktikan bahwa prinsip fisika dasar pada lubang hitam berlaku sama tanpa memandang perbedaan ukuran dan massanya.
Poin-Poin Utama
- Lubang hitam hadir dalam berbagai ukuran, dari bermassa bintang hingga supermasif.
- Penelitian terbaru menunjukkan sendawa kosmik saat lubang hitam memangsa bintang mengikuti mekanisme serupa.
- Prinsip fisika dasar pada lubang hitam berlaku sama tanpa memandang ukuran dan massanya.
- Evolusi lubang hitam supermasif berlangsung sangat lambat, mencapai jutaan tahun.
- Peristiwa gangguan pasang surut atau TDE mengkompresi proses pemangsaan menjadi beberapa tahun.
- TDE terjadi ketika orbit bintang melintas terlalu dekat dengan gravitasi ekstrem lubang hitam.
- Proses spaghettifikasi meremas bintang secara horizontal dan meregangkannya secara vertikal.
- Lubang hitam memuntahkan sebagian besar materi bintang dari area kutub sebagai semburan jet.
- Jet berkecepatan mendekati kecepatan cahaya membentang hingga ribuan tahun cahaya.
- Mekanisme pemicu jet energi menjadi misteri karena adanya jeda waktu antara pemangsaan dan pelepasan jet.
- Beberapa lubang hitam supermasif memancarkan jet segera, sementara yang lain baru berbulan-bulan hingga bertahun-tahun kemudian.
- Andrew Mummery dari Institute for Advanced Study menjadi peneliti utama dalam studi ini.
- Gagasan muncul saat diskusi di sebuah bar di Madrid, Spanyol.
- Tim menganalisis data radiasi elektromagnetik dari 20 sampel TDE.
- Separuh sampel memiliki data andal untuk memodelkan perilaku pemangsaan dan semburan materi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.