Beranda Minggu, 27 September 2026

!online

Internasional Netral

Iran Ajukan Syarat Buka Selat Hormuz, Tunggu Jawaban Akhir AS

Minggu, 27 September 2026, 16:06 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

Iran menerima reaksi awal dari Presiden AS Donald Trump terkait proposal pembukaan Selat Hormuz, namun masih menunggu jawaban resmi Washington melalui mediator. Teheran mengajukan tiga syarat utama, yaitu pembebasan aset Iran yang dibekukan, pencabutan sanksi sektor minyak, dan pengakhiran blokade terhadap pelabuhan Iran, dengan kesiapan memulihkan lalu lintas pelayaran dalam waktu satu minggu jika persyaratan tersebut dipenuhi. Di sisi lain, Trump men_signal_ penolakan terhadap syarat tersebut dengan mengklaim AS memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, sementara Iran menegaskan jalur negosiasi berdasarkan martabat dan keadilan sebagai satu-satunya opsi yang layak.

Poin-Poin Utama

  • Iran menerima reaksi awal dari Trump terkait proposal pembukaan Selat Hormuz.
  • Teheran menunggu sikap resmi Washington melalui pihak mediator.
  • Abbas Araghchi menyampaikan persyaratan Iran kepada kantor berita IRNA.
  • Pernyataan Araghchi disampaikan pada Sabtu, 26 September.
  • Pertemuan antara Iran dan AS berlangsung di New York.
  • Proposal Iran memuat peta jalan pemulihan pelayaran normal dalam waktu satu minggu.
  • Iran menuntut pembebasan aset-aset yang dibekukan oleh Amerika Serikat.
  • Iran menuntut pencabutan sanksi terhadap sektor minyak Iran.
  • Iran menuntut pengakhiran blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
  • Araghchi menegaskan keputusan Iran bergantung pada jawaban resmi dari Washington.
  • Trump memberikan sinyal penolakan terhadap proposal Iran.
  • Trump mengklaim Amerika Serikat memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz.
  • Trump menuding Iran bernegosiasi karena posisi negara tersebut sedang terdesak.
  • Persyaratan Iran tercantum dalam memorandum yang disepakati kedua belah pihak pada Juni.
  • Araghchi menyatakan pilihan sepenuhnya ada di tangan Amerika Serikat.
Tagar Terkait
#iran#amerika serikat#selat hormuz#donald trump#abbas araghchi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya