Beranda Selasa, 29 September 2026

!online

Politik Netral

Trump Dividend 5.000 Dolar: Janji Kampanye atau Realistis?

Selasa, 29 September 2026, 07:11 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

Pemilu sela Amerika Serikat pada 3 November 2026 berpotensi menentukan ruang gerak kebijakan Presiden Donald Trump dalam dua tahun terakhir masa jabatan keduanya sekaligus membentuk peta elektoral menuju Pemilu Presiden 2028. Trump menjanjikan pembayaran 5.000 dolar AS kepada setiap warga dewasa Amerika jika Partai Republik mempertahankan DPR dan Senat, namun rencana tersebut memerlukan biaya lebih dari 1,2 triliun dolar AS dan membutuhkan persetujuan Kongres. Kemenangan Partai Republik tidak otomatis berarti pembayaran tersebut dapat direalisasikan, mengingat Kongres tetap memegang kewenangan atas pengeluaran federal.

Poin-Poin Utama

  • Pemilu sela Amerika Serikat dijadwalkan pada 3 November 2026.
  • Partai Republik saat ini menguasai Gedung Putih serta DPR dan Senat dengan mayoritas tipis.
  • The Wall Street Journal menerbitkan ulasan skenario pada 28 September 2026.
  • Trump menjanjikan pembayaran 5.000 dolar AS kepada setiap warga dewasa jika Partai Republik mempertahankan DPR dan Senat.
  • Janji tersebut disampaikan dalam konvensi pemilu sela Partai Republik di Dallas, September 2026.
  • Associated Press memperkirakan program membutuhkan dana lebih dari 1 triliun dolar AS.
  • Reuters menghitung sekitar 240 juta warga dewasa berpotensi menerima pembayaran tersebut.
  • Jika 240 juta warga dewasa menerima masing-masing 5.000 dolar AS, total biaya mencapai sekitar 1,2 triliun dolar AS.
  • Program tersebut memerlukan persetujuan Kongres untuk direalisasikan.
  • Ketua DPR Mike Johnson menyatakan Kongres perlu mengambil tindakan untuk merealisasikan pembayaran tersebut.
  • Pendapatan tarif yang disebut sebagai sumber pembiayaan masih jauh di bawah kebutuhan program.
  • Pertanyaan mengenai dampak terhadap defisit dan inflasi menjadi bagian perdebatan.
  • Kekuasaan pengeluaran federal berada di tangan Kongres sehingga cek tidak dapat langsung dikirim tanpa proses legislatif.
  • Nama JD Vance, Marco Rubio, dan Ted Cruz disebut dalam percakapan mengenai masa depan Partai Republik.
  • Janji "Trump Dividend" belum sepenuhnya diadopsi oleh kandidat Partai Republik lainnya.
Tagar Terkait
#partai demokrat#donald trump#partai republik#kongres as#pemilu sela as#trump dividend
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya