Beranda Rabu, 30 September 2026

!online

Hukum Netral

KPK Periksa Bobby Rizaldi, Dalami Mekanisme Opini BPK

Selasa, 29 September 2026, 09:07 WIB Sumber: Liputan6
Ukuran:

KPK memeriksa anggota Badan Pemeriksa Keuangan Bobby Adhityo Rizaldi untuk mendalami mekanisme penentuan opini terhadap laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, termasuk dugaan pengkondisian temuan audit yang mengubah opini dari Wajar Dengan Pengecualian menjadi Wajar Tanpa Pengecualian. Pemeriksaan turut menyasar keterkaitan Angga, pihak swasta yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan dan ditetapkan sebagai tersangka, dengan oknum di internal BPK. KPK juga menemukan dugaan praktik serupa di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir melalui pemeriksaan terhadap Bupati Asgianto, yang meminta bantuan Angga agar memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian.

Poin-Poin Utama

  • KPK memeriksa anggota V Badan Pemeriksa Keuangan Bobby Adhityo Rizaldi pada Senin, 28 September 2026.
  • Pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Muara Enim periode 2025-2030 Edison.
  • Penyidik mendalami proses dan mekanisme penentuan opini BPK terhadap laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
  • Terdapat dugaan pengkondisian temuan audit oleh tim auditor BPK terhadap laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
  • Opini laporan keuangan Kabupaten Muara Enim berubah dari Wajar Dengan Pengecualian menjadi Wajar Tanpa Pengecualian.
  • Bobby juga diperiksa terkait dugaan keterkaitan Angga, pihak swasta, dengan oknum di internal BPK.
  • Angga diamankan dalam operasi tangkap tangan KPK dan ditetapkan sebagai tersangka.
  • Bobby menghadiri pemeriksaan dan memberikan keterangan sesuai pengetahuannya.
  • Bobby menyerahkan penjelasan materi penyidikan kepada pengembang KPK.
  • KPK sebelumnya memeriksa Bupati Penukal Abab Lematang Ilir Asgianto.
  • Dari pemeriksaan Asgianto, pengembang menemukan dugaan permintaan agar Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian.
  • Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir belum pernah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian sejak 2013.
  • Asgianto diduga meminta bantuan Angga agar Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir mendapatkan opini tersebut.
  • Keterangan Asgianto menjadi petunjuk bagi pengembang mengenai dugaan praktik serupa di luar Muara Enim.
  • KPK masih mendalami apakah permintaan opini tersebut berlanjut pada pemberian uang atau suap.
Tagar Terkait
#korupsi#kpk#bpk#muara enim#edison#opini wtp#bobby rizaldi#audit
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.

Buka Sumber di Liputan6

Warta Terkini Lainnya