Harga Minyak Dunia Tembus US$107, Pemerintah Pastikan Harga Pertalite tidak Naik
Kementerian ESDM memastikan harga BBM subsidi termasuk Pertalite tidak akan naik hingga akhir tahun meskipun harga minyak dunia tembus US$107 per barel, dengan harga BBM nonsubsidi tetap mengikuti mekanisme pasar. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah akan mempercepat eksplorasi dan eksploitasi migas nasional pada 2027-2028 untuk mencapai target produksi 1 juta barel per hari pada 2029-2030 demi kemandirian energi domestik.
Poin-Poin Utama
- Harga minyak mentah internasional menembus level US$107 per barel.
- Tarif BBM penugasan dan subsidi termasuk Pertalite dan Biosolar tidak mengalami penyesuaian.
- Kebijakan penetapan harga tersebut merupakan instruksi langsung dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
- Harga Pertalite dijamin stabil dan tidak ada penyesuaian sampai akhir tahun.
- BBM nonsubsidi tidak mendapat proteksi harga dan menyesuaikan mekanisme pasar secara berkala.
- Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dihitung berdasarkan rerata bulanan nilai komoditas minyak global.
- Lonjakan harga energi global dipicu ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
- Indonesia Crude Price tercatat menembus US$107 per barel pada September 2026.
- ICP berbalik arah dari tren penurunan yang terjadi pada periode Juni hingga Juli.
- Asumsi makro rata-rata ICP diproyeksikan terjaga pada kisaran US$100 per barel.
- Rata-rata ICP periode Januari hingga September berada di angka US$90,6 per barel berdasarkan data Universitas Padjadjaran.
- Kementerian ESDM mempercepat agenda eksplorasi dan eksploitasi sektor hulu migas nasional.
- Terdapat titik lapangan migas potensial dengan estimasi kapasitas produksi 2.500 sampai 3.000 barel per hari.
- Proyek pengembangan lapangan migas dijadwalkan mulai digenjot pada 2027 dan 2028.
- Target produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari dijadwalkan tercapai pada 2029 hingga 2030.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.