ESDM lakukan percepatan eksplorasi migas di tengah gejolak geopolitik
Kementerian ESDM akan melakukan percepatan eksplorasi dan eksploitasi migas sebagai respons terhadap gejolak geopolitik yang menyebabkan harga minyak dunia sempat menyentuh 107 dolar AS per barel pada akhir September 2026. Pemerintah telah memetakan lapangan migas dengan potensi produksi 2.500 hingga 3.000 barel per hari yang akan digenjot pengembangannya pada 2027 dan 2028 demi mencapai target satu juta barel minyak per hari pada 2029 hingga 2030. Langkah ini dianggap penting karena sebagian besar kebutuhan minyak mentah Indonesia masih bergantung pada impor.
Poin-Poin Utama
- Kementerian ESDM melakukan percepatan eksplorasi dan eksploitasi migas.
- Gejolak geopolitik menyebabkan harga minyak dunia meroket.
- Wakil Menteri ESDM Yuliot ditemui di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
- Eksplorasi migas dilakukan melalui pemerintah dan badan usaha.
- Pemerintah memetakan lapangan migas berkapasitas 2.500 hingga 3.000 barel per hari.
- Proses produksi migas akan digenjot pada 2027 dan 2028.
- Target pemerintah adalah mencapai 1 juta barel minyak per hari pada 2029 hingga 2030.
- Harga minyak dunia sempat menyentuh 107 dolar AS per barel pada akhir September 2026.
- Sebagian besar kebutuhan crude Indonesia masih dipenuhi dari impor.
- Iran menginginkan Amerika Serikat kembali pada nota kesepahaman Juni lalu.
- Nota kesepahaman mencakup pembukaan Selat Hormuz dan rencana perundingan nuklir.
- Imbalan bagi Iran meliputi keringanan sanksi, pencairan dana, dan penghentian blokade AS.
- Presiden AS Donald Trump tidak ingin kembali pada kesepakatan dengan Iran.
- Amerika Serikat memperketat sanksi dan mempertahankan blokade atas Iran.
- Iran belum menunjukkan tanda-tanda kesiapan membahas masalah nuklir.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.