Kemhan Evaluasi Total Seleksi Pendidikan Komcad ASN Usai Insiden Kematian Peserta
Kementerian Pertahanan melalui Badan Cadangan Nasional akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem seleksi aparatur sipil negara untuk komponen cadangan menyusul meninggalnya seorang peserta ASN bernama Vanreko Varkas Bagaskara saat pendidikan. Evaluasi difokuskan pada pemeriksaan kesehatan dan kesiapan fisik serta pengetatan standar rekrutmen di awal agar peserta siap secara optimal menghadapi program latihan fisik yang intensif. Kementerian juga memastikan akan mengawal penuh proses pemulangan dan persemayaman jenazah korban.
Poin-Poin Utama
- Kemhan mengevaluasi total sistem seleksi ASN yang mendaftar sebagai komponen cadangan.
- Evaluasi dilakukan menyusul kematian seorang peserta saat menjalani masa pendidikan.
- Kepala Badan Cadangan Nasional Letjen TNI Gabriel Lema memimpin evaluasi.
- Evaluasi berfokus pada aspek pemeriksaan kesehatan dan kesiapan fisik.
- Gabriel menekankan pengetatan standar di awal rekrutmen agar peserta siap optimal.
- Mekanisme seleksi yang ada akan ditinjau ulang secara menyeluruh.
- Detail butir-butir evaluasi spesifik belum dibeberkan oleh kementerian.
- Menhan Sjafrie Sjamsoeddin enggan memberikan tanggapan terkait insiden.
- ASN yang gugur bernama Vanreko Varkas Bagaskara.
- Kabar duka disampaikan Menekraf Teuku Riefky Harsa melalui akun Instagram @teukuriefky.
- Unggahan duka cita diunggah pada Senin 28 September.
- Pernyataan Gabriel disampaikan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
- Kemhan mengawal penuh proses pemulangan jenazah korban.
- Persemayaman terakhir korban juga menjadi perhatian ministries terkait.
- Program pendidikan komcad mencakup latihan fisik yang bersifat intensif.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.