Ekonomi Netral
Pakar Ekonomi Islam: Potensi Laut Harus Ditransformasikan Menjadi Kemakmuran Rakyat
benar meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan.
Poin-Poin Utama
- Indonesia memiliki potensi kelautan yang besar.
- Potensi kelautan besar tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
- Nilai ekonomi sumber daya laut harus ditangkap di dalam negeri dan terdistribusi secara adil.
- Dr. Jaharuddin, pakar ekonomi Islam dari FEB UMJ, menjadi narasumber FGD Badan Pengkajian MPR RI.
- FGD berlangsung di Hotel Santika Premiere Bintaro, Tangerang Selatan, pada 29 September 2026.
- FGD membahas kontribusi potensi kelautan terhadap ekonomi nasional.
- Jaharuddin menekankan perbedaan antara potensi sumber daya, nilai ekonomi, pendapatan, dan kesejahteraan.
- Potensi sumber daya laut baru bermakna jika ada mekanisme transformasi menjadi nilai tambah.
- Pembangunan ekonomi kelautan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi, ekspor, investasi, atau pembiayaan saja.
- Proses transformasi mencakup potensi sumber daya, penciptaan nilai, nilai tambah domestik, distribusi manfaat, hingga kesejahteraan.
- Transformasi nilai ekonomi harus menjaga keberlanjutan ekologi.
- Nelayan berada di bagian paling awal rantai nilai kelautan dan menghadapi risiko cuaca serta ketidakpastian hasil tangkapan.
- Keterbatasan akses modal, teknologi, informasi harga, logistik, dan pasar membatasi kemampuan nelayan menangkap nilai ekonomi.
- Penguatan nelayan memerlukan ekosistem yang mencakup cooperativa, fasilitas rantai dingin, dan penguatan kelembagaan.
- Pergeseran diperlukan dari sekadar penyaluran pembiayaan menuju pembiayaan yang menghasilkan kesejahteraan bagi keluarga nelayan.
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?
Buka Sumber di RepublikaHak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.