Beranda Rabu, 30 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Pakar Ekonomi Islam: Potensi Laut Harus Ditransformasikan Menjadi Kemakmuran Rakyat

Rabu, 30 September 2026, 11:14 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

benar meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan.

Poin-Poin Utama

  • Indonesia memiliki potensi kelautan yang besar.
  • Potensi kelautan besar tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
  • Nilai ekonomi sumber daya laut harus ditangkap di dalam negeri dan terdistribusi secara adil.
  • Dr. Jaharuddin, pakar ekonomi Islam dari FEB UMJ, menjadi narasumber FGD Badan Pengkajian MPR RI.
  • FGD berlangsung di Hotel Santika Premiere Bintaro, Tangerang Selatan, pada 29 September 2026.
  • FGD membahas kontribusi potensi kelautan terhadap ekonomi nasional.
  • Jaharuddin menekankan perbedaan antara potensi sumber daya, nilai ekonomi, pendapatan, dan kesejahteraan.
  • Potensi sumber daya laut baru bermakna jika ada mekanisme transformasi menjadi nilai tambah.
  • Pembangunan ekonomi kelautan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi, ekspor, investasi, atau pembiayaan saja.
  • Proses transformasi mencakup potensi sumber daya, penciptaan nilai, nilai tambah domestik, distribusi manfaat, hingga kesejahteraan.
  • Transformasi nilai ekonomi harus menjaga keberlanjutan ekologi.
  • Nelayan berada di bagian paling awal rantai nilai kelautan dan menghadapi risiko cuaca serta ketidakpastian hasil tangkapan.
  • Keterbatasan akses modal, teknologi, informasi harga, logistik, dan pasar membatasi kemampuan nelayan menangkap nilai ekonomi.
  • Penguatan nelayan memerlukan ekosistem yang mencakup cooperativa, fasilitas rantai dingin, dan penguatan kelembagaan.
  • Pergeseran diperlukan dari sekadar penyaluran pembiayaan menuju pembiayaan yang menghasilkan kesejahteraan bagi keluarga nelayan.
Tagar Terkait
#nelayan#mpr ri#ekonomi islam#pembangunan ekonomi#kelautan#kesejahteraan-rakyat
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya