Sambil Bekerja di Hong Kong, 26 Pekerja Migran Indonesia Berhasil Raih Gelar Sarjana UT
Sebanyak 26 pekerja migran Indonesia di Hong Kong berhasil meraih gelar sarjana dari Universitas Terbuka melalui pendidikan jarak jauh sambil bekerja. Wisuda berlangsung di Gedung BNI 46 Hong Kong pada 20 September 2026 sebagai bentuk komitmen UT menghadirkan akses pendidikan tinggi bagi warga Indonesia di luar negeri. Pencapaian ini menunjukkan bahwa pendidikan jarak jauh dapat menjadi solusi bagi keterbatasan waktu dan jarak bagi pekerja migran yang ingin melanjutkan pendidikan.
Poin-Poin Utama
- 26 pekerja migran Indonesia yang kuliah di Universitas Terbuka wisuda di Hong Kong.
- Wisuda berlangsung di Gedung BNI 46 Hong Kong pada 20 September 2026.
- Para lulusan berasal dari program studi ekonomi, sosial, humaniora, dan sastra.
- Universitas Terbuka memiliki 857.640 mahasiswa aktif.
- Mahasiswa di layanan UT Luar Negeri tercatat sebanyak 7.879 orang.
- Jumlah mahasiswa UT di Hong Kong mencapai 375 orang.
- Total lulusan UT Layanan Luar Negeri hingga 2026 mencapai 1.850 orang.
- Penambahan 26 lulusan dari Hong Kong meningkatkan total lulusan UT Luar Negeri.
- Dr. Pardamean Daulay menjabat sebagai Direktur UT Layanan Luar Negeri.
- Wisuda UT di Hong Kong melibatkan KJRI Hong Kong dan BNI Hong Kong.
- Prof. Dr. Chanif Nurcholis hadir mewakili rector UT dalam wisuda tersebut.
- IK A UT Wilayah Layanan Luar Negeri dan Perma UT turut serta dalam kolaborasi.
- Astama UT Hong Kong mendampingi mahasiswa selama menjalani pendidikan.
- Pendidikan jarak jauh UT memungkinkan mahasiswa bekerja sambil menyelesaikan studi.
- Gelar sarjana bagi pekerja migran menjadi pencapaian yang tidak mudah diperoleh.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.