Beranda Kamis, 1 Oktober 2026

!online

Internasional Negatif

Komponen Jet Tempur Siluman F-35 Jatuh ke Tangan China, Lockheed Martin: Itu Tak Guna!

Kamis, 1 Oktober 2026, 08:13 WIB Sumber: Sindonews
Ukuran:

35 Australia yang dialihkan ke Hong Kong dan disita China merupakan barang tak berguna atau tidak dapat dieksploitasi. Perusahaan raksasa pertahanan Amerika Serikat itu bersikeras telah mematuhi seluruh hukum dan peraturan pengendalian ekspor, termasuk bekerja sama dengan pemerintah AS untuk memastikan komponen dan produk militer tersebut terlindungi di masa mendatang. Insiden ini memicu kekhawatiran di Washington karena F-35 dianggap sebagai salah satu jet tempur paling canggih milik militer AS dan selama ini menjadi target utama upaya spionase Beijing.

Poin-Poin Utama

  • Komponen sensitif jet tempur siluman F-35 Australia jatuh ke tangan China.
  • Komponen tersebut berupa kanopi kokpit dan pintu ruang persenjataan.
  • Peristiwa terjadi pada akhir Mei ketika pesawat dikirim melalui jasa kurir UPS.
  • Kiriman dialihkan ke Hong Kong dan kemudian disita oleh China.
  • Lockheed Martin menyatakan komponen tidak dapat dieksploitasi.
  • Perusahaan menganggap barang tersebut sebagai barang tak guna.
  • Pentagon sedang menyelidiki cara komponen bisa sampai ke Hong Kong.
  • Tekanan terhadap Pentagon meningkat agar meninjau sistem pengiriman.
  • Lockheed Martin mengklaim mematuhi seluruh peraturan pengendalian ekspor.
  • Tenney, Wakil Presiden Senior Lockheed Martin, memberikan komentar resmi pertama.
  • F-35 dianggap sebagai salah satu jet tempur paling canggih milik militer AS.
  • F-35 selama ini menjadi target utama upaya spionase Beijing.
  • Insiden memicu kekhawatiran besar di Washington.
  • Perusahaan bekerja sama dengan pemerintah AS untuk melindungi komponen militer.
  • Tenney menyatakan komponen bukan bagian yang dapat digunakan secara langsung.
Tagar Terkait
#amerika serikat#china#australia#pentagon#f-35#jet tempur siluman#lockheed martin
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya