BPS Catat Inflasi September 2026 Sentuh 0,30 Persen
BPS mencatat inflasi 0,30% secara bulanan pada September 2026, dengan tingkat inflasi tahun kalender sebesar 2,17% dan inflasi tahunan sebesar 3,28%. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama melalui kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, dan kangkung yang memberikan andil inflasi signifikan. Dari 38 provinsi di Indonesia, 36 provinces mengalami inflasi dan 2 provinces lainnya mengalami deflasi.
Poin-Poin Utama
- Inflasi bulanan September 2026 tercatat 0,30%.
- Indeks Harga Konsumen naik dari 111,97 menjadi 112,31.
- Inflasi tahun kalender mencapai 2,17%.
- Inflasi year-on-year September 2026 sebesar 3,28%.
- Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama inflasi bulanan dengan laju 0,88% dan andil 0,26%.
- Cabai rawit menyumbang andil inflasi tertinggi yaitu 0,08%.
- Cabai merah berkontribusi 0,06% terhadap inflasi September 2026.
- Daging ayam ras memberikan andil inflasi 0,05%.
- Beras menyumbang andil inflasi sebesar 0,03%.
- Telur ayam ras berkontribusi 0,02% terhadap inflasi.
- Kangkung memberikan andil inflasi 0,01%.
- Komponen volatile food mengalami inflasi 1,46% dengan andil 0,24%.
- Inflasi inti tercatat 0,10% dengan andil 0,06%.
- Komponen administered prices mendekati 0% inflasi.
- Sebanyak 36 provinsi mengalami inflasi dan 2 provinsi mengalami deflasi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.