Beranda Minggu, 4 Oktober 2026

!online

Politik Netral

Perdamaian di Papua Bisa Dicapai Jika Keamanan dan Pembangunan Berjalan Beriringan

Jumat, 2 Oktober 2026, 23:10 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 1 kali
Ukuran:

Konflik di Papua berdampak pada aspek keamanan, layanan publik, aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat. Noor Azhari dari MPSI menyatakan bahwa perdamaian di Papua hanya mungkin tercapai jika keamanan, pelayanan publik, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap masyarakat lokal berjalan bersama, bukan hanya dilihat dari berkurangnya kontak senjata. Riset MPSI mencatat lebih dari 240 kejadian kekerasan sepanjang 2019 hingga September 2026, dan keberhasilan perdamaian harus diukur dari pulihnya rasa aman, layanan dasar, serta kepercayaan warga.

Poin-Poin Utama

  • Konflik di Papua berdampak pada aspek keamanan, layanan publik, aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat.
  • Perdamaian di Papua memerlukan pendekatan beriringan antara keamanan dan pembangunan.
  • Noor Azhari adalah Direktur Eksekutif Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI).
  • Riset MPSI mencatat lebih dari 240 kejadian kekerasan di Papua dari 2019 hingga September 2026.
  • Pola kekerasan yang diidentifikasi MPSI meliputi intimidasi, pengungsian, kekerasan fisik, gangguan layanan dasar, dan disinformasi.
  • Dampak kekerasan mengganggu sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, distribusi logistik, dan ruang sosial.
  • Keberhasilan perdamaian bukan hanya menurunnya kontak senjata, tetapi juga pulihnya rasa aman, layanan dasar, dan kepercayaan warga.
  • Pendekatan keamanan perlu memperhatikan perlindungan masyarakat sipil, akuntabilitas, serta sensitivitas terhadap kondisi sosial dan budaya lokal.
  • Pembangunan perlu meliputi pendidikan, kesehatan, konektivitas, pangan, air bersih, dan penguatan ekonomi lokal.
  • Tokoh adat, gereja, kepala kampung, perempuan, pemuda, pemerintah daerah, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat sipil memiliki peran strategis dalam perdamaian Papua.
  • Diskusi publik "Mengapa Eskalasi Konflik Papua Selalu Memanas?" diselenggarakan MPSI di Jakarta Timur pada 2 Oktober.
  • Damai Papua hanya mungkin jika keamanan, pelayanan publik, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap masyarakat lokal berjalan bersama.
  • Pembangunan tidak bisa berjalan di atas rasa takut dan keamanan tidak akan berkelanjutan tanpa pelayanan publik yang dirasakan warga.
  • Negara tetap memiliki peran penting dalam memastikan keamanan dan penegakan hukum di Papua.
  • Persoalan Papua tidak hanya sekadar gangguan keamanan, melainkan juga berkaitan dengan perlindungan warga sipil dan keberlangsungan layanan dasar.
Tagar Terkait
#papua#keamanan#perdamaian#pembangunan#konflik papua#mpsi#noor azhari
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya