Kemendagri Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Banten 5,49 Persen, Lampaui Nasional
Kementerian Dalam Negeri apresiasi pertumbuhan ekonomi Banten yang mencapai 5,49 persen pada triwulan II-2026, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,29 persen, dengan PDRB Rp253,9 triliun. Banten memiliki persentase penduduk miskin 5,38 persen dan IPM 77,25 yang keduanya lebih baik dari angka nasional, serta berperan strategis sebagai penghubung Jawa dan Sumatera melalui infrastruktur transportasi dan kawasan ekonomi yang terintegrasi dengan Jakarta. Gubernur Banten Andra Soni menekankan bahwa pembangunan sejati harus tercermin dari peningkatan kualitas hidup dan pemerataan manfaat bagi seluruh masyarakat.
Poin-Poin Utama
- Ekonomi Provinsi Banten tumbuh 5,49 persen secara tahunan pada triwulan II-2026.
- Pertumbuhan ekonomi Banten melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,29 persen.
- Produk Domestik Regional Bruto Banten atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp253,9 triliun.
- Persentase penduduk miskin di Banten pada Maret 2026 tercatat sebesar 5,38 persen.
- Angka kemiskinan Banten jauh lebih rendah dibandingkan angka nasional yang menyentuh 8,07 persen.
- Indeks Pembangunan Manusia Banten pada 2025 mencapai 77,25.
- IPM Banten berada di atas rata-rata nasional sebesar 75,90.
- Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Anwar Harun Damanik menyampaikan apresiasi tersebut.
- Pernyataan disampaikan di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang.
- Banten merupakan penghubung utama antara Pulau Jawa dan Sumatera.
- Banten terintegrasi langsung dengan kawasan ekonomi Jakarta.
- Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Merak memperkuat posisi strategis Banten.
- Banten menjadi simpul penting ekonomi, logistik, investasi, dan mobilitas nasional.
- Gubernur Banten Andra Soni menekankan bahwa pembangunan harus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
- Pemerataan manfaat di seluruh wilayah menjadi fokus pembangunan Banten menurut Andra Soni.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.