Namu Balai Kota, Mendekatkan Warga dengan Pemerintah Jakarta
Pemprov DKI Jakarta meluncurkan program Namu Balai Kota yang membuka akses warga untuk mengikuti tur, mengenali sejarah, dan melihat langsung ruang kerja pemerintah di kompleks Balai Kota Jakarta. Program edukasi tersebut diikuti sekitar 300 warga pada pelaksanaan perdananya dan menyediakan berbagai aktivitas seperti Tur Balai Kota, Jakarta Cinema Experience, serta Kids on Air untuk anak-anak. Gubernur Pramono Anung menyatakan program ini merupakan bagian dari upaya membangun pemerintahan yang lebih terbuka dan mendekatkan masyarakat dengan pemerintah.
Poin-Poin Utama
- Namu Balai Kota adalah program pemerintah provinsi membuka akses warga ke kompleks pemerintahan.
- Sekitar 300 warga mengikuti pelaksanaan perdana pada 3 Oktober 2026.
- Lokasi program berada di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.
- Gubernur Pramono Anung menyatakan program ini bagian dari pemerintahan terbuka.
- Diskominfotik DKI Jakarta dan Jakarta City Branding pengelola program.
- Peserta meliputi pelajar, keluarga, aparatur sipil negara, dan anak-anak YKAKI.
- Pengunjung dapat melihat Pendopo, Ruang Tamu Gubernur, dan Jakarta Smart City.
- Anak-anak dapat mengikuti aktivitas Reporter Cilik di Studio Berita Jakarta.
- Jakarta Cinema Experience tersedia di Ruang Pola untuk pengunjung.
- Faiz berusia 16 tahun menjadi salah satu peserta program.
- Faiz tertarik dengan lukisan yang menggambarkan perjuangan Jakarta.
- Nadia Melita guru YKAKI menilai program memberi pengalaman berbeda bagi anak.
- Program memberikan edukasi sejarah dan fungsi Balai Kota kepada warga.
- Balai Kota sebelumnya lebih banyak dikenal sebagai tempat kerja gubernur.
- Program mendukung upaya mendekatkan pemerintah dengan masyarakat Jakarta.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.