Ledakan Gas Elpiji di Surabaya, Pakar: Jadi Pelajaran Mitigasi
Ledakan gas elpiji di restoran Nasi Tempong Sri Dewi, Surabaya, melukai lima pegawai dan merusak 58 bangunan. Guru Besar Teknik Fisika ITS Ali Musyafa menyatakan kejadian ini harus menjadi pelajaran penting untuk mitigasi kebocoran gas, mengingat potensi ledakan yang lebih besar jika terjadi saat jam ramai pengunjung. Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan, sementara tiga korban luka bakar sedang menjalani perawatan di RSUD Dr Soetomo.
Poin-Poin Utama
- Ledakan gas elpiji terjadi di restoran Nasi Tempong Sri Dewi, San Antonio Shopping Street, Surabaya, Jawa Timur, pada 6 Oktober 2026.
- Lima pegawai restoran mengalami luka-luka akibat ledakan.
- Ledakan merusak 58 bangunan yang terdiri atas 42 rumah toko dan 16 hunian.
- Satu truk, empat mobil, dan tujuh sepeda motor ikut rusak.
- Restoran menggunakan sejumlah tabung elpiji berukuran 50 kilogram.
- Tiga tabung elpiji ditemukan kosong saat olah TKP.
- Karyawan mencium bau gas sebelum ledakan terjadi.
- Dinding toko yang mengapit restoran jebol akibat ledakan.
- Atap, genting, dan plafon bangunan ambruk.
- Kaca toko-toko di sekitarnya pecah.
- Kusen plastik dan aluminium mengalami deformasi.
- Lima pegawai dibawa ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Haji, lalu sebagian dirujuk ke RSUD Dr Soetomo.
- Tiga pegawai mengalami trauma inhalasi dan luka bakar dengan cakupan 20 hingga 25 persen.
- Dua pegawai masih menjalani pemantauan di unit perawatan intensif.
- Jalan Kalisari Utara 1 sempat ditutup untuk penyelidikan dan berangsur pulih pada 7 Oktober 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.