Beranda Kamis, 8 Oktober 2026

!online

Politik Netral

Riset Evident: Wamen dan Waka Badan Tak Sekadar Ban Serep

Rabu, 7 Oktober 2026, 23:11 WIB Sumber: Republika Dibaca 8 kali
Ukuran:

Riset EVIDENT Institute Indonesia mengungkapkan bahwa posisi wakil menteri dan wakil kepala badan memiliki peran signifikan terhadap citra lembaga, di mana penilaian publik terbentuk melalui pemberitaan media massa dan percakapan di media sosial. Kajian terhadap 63 tokoh menyoroti Todotua Pasaribu (Wamen Investasi dan Hilirisasi) dan Angga Raka Prabowo (Wamen Komdigi) sebagai contoh bagaimana sorotan publik berkorelasi dengan capaian kinerja, dengan realisasi investasi nasional 2025 mencapai Rp1.931 triliun dan penciptaan lapangan kerja semester I 2026 sebesar 1,456 juta tenaga kerja. Riset juga menekankan bahwa tingginya volume pemberitaan tidak otomatis menghasilkan citra publik positif, sehingga diperlukan pola komunikasi yang lebih dialogis untuk membangun persepsi masyarakat terhadap pemerintah.

Poin-Poin Utama

  • Evident Institute Indonesia melakukan kajian analisis popularitas dan sorotan publik terhadap Wamen dan Waka Badan Kabinet Merah Putih.
  • Kajian mencakup periode 3 September 2025 hingga 3 September 2026 dengan objek 63 pejabat.
  • Realisasi investasi nasional pada 2025 mencapai Rp1.931 triliun, melampaui target pemerintah.
  • Pertumbuhan realization hilirisasi tercatat 43,3 persen.
  • Realisasi penciptaan lapangan kerja pada semester I 2026 mencapai sekitar 1,456 juta tenaga kerja.
  • Target penciptaan lapangan kerja tahun 2026 adalah sekitar 2,5 juta lapangan kerja.
  • Todotua Pasaribu adalah Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi atau Wakil Kepala BKPM.
  • Angga Raka Prabowo adalah Wakil Menteri Komunikasi dan Digital.
  • Angga Raka Prabowo memimpin Badan Komunikasi Pemerintah sejak 17 September 2025 hingga 27 April 2026.
  • Angga Raka Prabowo menangani perlindungan data pribadi dan pemberantasan judi daring.
  • Angga Raka Prabowo juga menangani pemanfaatan kecerdasan buatan untuk layanan publik.
  • Todotua Pasaribu menerapkan skema fiktif positif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.
  • Tinggi volume pemberitaan tidak otomatis menunjukkan citra publik yang positif terhadap pejabat.
  • Giring Ganesha, Wakil Menteri Kebudayaan, menjadi contoh pejabat yang popularitasnya tidak berkorelasi dengan capaian kinerja terukur.
  • Diperlukan jembatan komunikasi yang deliberatif untuk meningkatkan citra pemerintah di mata publik.
Tagar Terkait
#investasi#kabinet merah putih#hilirisasi#kebijakan pemerintah#wakil menteri#waka badan#evident institute
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya