Kewaspadaan dari Kasus di Rusia
Kematian seorang pekerja laboratorium pusat penelitian pes di Rusia akibat pneumonia menimbulkan kekhawatiran global akan ancaman wabah penyakit pes. Sekitar 200 orang kontak erat telah dikarantina, namun WHO mendesak Rusia agar lebih terbuka mengenai penyebab kematian tersebut. Hasil uji sampel belum menunjukkan bukti bahwa kematian tersebut disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang ditelitinya.
Poin-Poin Utama
- Pekerja laboratorium Darya Shipilova, 28 tahun, di Irkutsk Anti-Plague Research Institute, Rusia, meninggal dunia pada September 2026.
- Shipilova tidak sengaja memecahkan ampul berisi bakteri Yersinia pestis penyebab penyakit pes.
- Sekitar 200 orang kontak erat dengan Shipilova menjalani karantina.
- WHO melalui Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak Rusia agar lebih terbuka mengenai penyebab kematian tersebut.
- Juru Bicara WHO Christian Lindmeier menyatakan insiden bakteri pes di laboratorium Irkutsk tidak meluas menjadi wabah.
- Otoritas Rusia belum menemukan bukti kematian Shipilova disebabkan bakteri pes yang ditelitinya.
- Rospotrebnadzor menyatakan hasil uji sampel tidak ditemukan mikroorganisme terkait aktivitas profesional korban.
- Penyakit pes menjadi penyebab Black Death pada abad ke-14 yang menewaskan ratusan juta orang di Asia, Eropa, dan Afrika.
- Bakteri Yersinia pestis terdapat di reservoir hewan dengan sekitar 200 spesies hewan pengerat dapat menjadi inang.
- Penyakit pes bubonik memiliki angka kematian 40-70 persen jika tidak diobati.
- Penyakit pes septikemia tanpa antibiotik berakibat fatal.
- Penyakit pes pneumonia primer dapat menyebabkan kematian dalam waktu 24 jam setelah infeksi.
- Kasus pes global kemungkinan berkisar 1.000 hingga 3.000 kasus per tahun.
- Sebagian besar kasus pes adalah pes bubonik dengan banyak terjadi di Afrika tengah.
- Penularan pes pneumonia antarmanusia dapat melalui droplet saat batuk.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.