Beranda Kamis, 8 Oktober 2026

!online

Kesehatan Negatif

Bukan Cuma Faktor Usia, Ahli Ungkap 4 Kebiasaa yang Bisa Merusak Pendengaran

Kamis, 8 Oktober 2026, 10:09 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 8 kali
Ukuran:

hari seperti penggunaan headphone berlebihan. Merokok dan hipertensi merusak pendengaran melalui gangguan suplai oksigen ke telinga bagian dalam serta kerusakan pembuluh darah dan sel rambut di koklea. Masyarakat disarankan untuk membatasi paparan suara keras dan menggunakan pelindung pendengaran di lingkungan yang bising.

Poin-Poin Utama

  • Gangguan pendengaran tidak selalu disebabkan oleh penuaan atau paparan suara bising yang jelas.
  • Merokok meningkatkan risiko gangguan pendengaran.
  • Semakin tinggi tingkat paparan rokok, semakin parah kerusakan pendengaran.
  • Zat beracun asap rokok dan berkurangnya suplai oksigen ke telinga bagian dalam menjadi penyebab kerusakan pendengaran akibat merokok.
  • Risiko kerusakan pendengaran akibat merokok dapat ditekan jika seseorang berhenti merokok.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid seperti aspirin dan ibuprofen dalam dosis tinggi selama bertahun-tahun dapat merusak neuron pendengaran.
  • Penggunaan aspirin dan ibuprofen sesuai dosis anjuran dokter tetap tergolong aman.
  • Overdosis aspirin dapat memicu gangguan pendengaran sementara dan tinnitus.
  • Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil dan sel rambut di telinga bagian dalam.
  • Aliran darah tidak lancar ke koklea berisiko menurunkan fungsi pendengaran secara bertahap maupun mendadak.
  • Akumulasi paparan suara sehari-hari dari headphone, perkakas listrik, dan mesin pemotong rumput dapat merusak pendengaran.
  • Masyarakat disarankan membatasi paparan suara keras dan menggunakan pelindung pendengaran.
  • Dokter Nick Andresen dari Ohio State University Wexner Medical Center menyebut ada empat faktor gaya hidup yang memicu kerusakan pendengaran.
  • Paparan kebisingan merupakan penyebab gangguan pendengaran yang paling dikenal tetapi bukan satu-satunya.
  • Gangguan pendengaran akibat overdosis aspirin bersifat sementara dan berangsur hilang setelah obat keluar dari tubuh.
Tagar Terkait
#kesehatan#gaya hidup#hipertensi#pendengaran#gangguan pendengaran#merokok#nsaid
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya