Beranda Kamis, 8 Oktober 2026

!online

Ekonomi Negatif

Bahlil Buka Opsi Moratorium Industri Hilirisasi Tertentu

Kamis, 8 Oktober 2026, 10:14 WIB Sumber: Republika Dibaca 8 kali
Ukuran:

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membuka opsi moratorium terhadap industri hilirisasi tertentu yang dinilai sudah terlalu banyak menghasilkan produk setengah jadi. Produk hilirisasi nikel saat ini masih dominan pada level 50-60 persen sehingga bahan baku setengah jadi masih harus dikirim ke luar negeri untuk diproses menjadi barang jadi, padahal ekspor nikel sudah melonjak drastis dari 3,3 miliar dolar AS pada 2017-2018 menjadi sekitar 34 miliar dolar AS pada 2023. Pemerintah akan mengevaluasi industri yang perlu dilanjutkan dan yang perlu dibatasi agar hilirisasi memberikan nilai tambah lebih besar di dalam negeri sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam untuk generasi mendatang.

Poin-Poin Utama

  • Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membuka opsi moratorium terhadap industri hilirisasi tertentu.
  • Moratorium diterapkan terhadap industri yang dinilai terlalu banyak menghasilkan produk setengah jadi.
  • Produk hilirisasi sektor nikel saat ini sebagian besar berada pada level lima puluh sampai enam puluh persen.
  • Bahan baku setengah jadi dari sektor nikel masih dikirim ke luar negeri untuk diproses menjadi barang jadi.
  • Bahlil juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
  • Nilai ekspor nikel Indonesia pada dua ribu tujuh belas sampai dua ribu delapan belas tercatat sekitar tiga,koma tiga miliar dolar Amerika.
  • Nilai ekspor nikel melonjak menjadi sekitar tiga puluh empat miliar dolar Amerika pada dua ribu dua puluh tiga.
  • Peningkatan ekspor terjadi setelah pemerintah menghentikan ekspor bijih nikel dan membangun smelter.
  • Bahlil memperkirakan nilai ekspor nikel dapat mencapai tiga puluh delapan sampai empat puluh miliar dolar Amerika pada dua ribu dua puluh enam.
  • Kebijakan moratorium bagian dari upaya memperdalam hilirisasi di dalam negeri.
  • Pemerintah akan menyeleksi industri yang tetap dilanjutkan dan industri yang perlu dimoratorium.
  • Rencana moratorium akan dilaporkan Bahlil kepada Presiden.
  • Hilirisasi perlu memberikan nilai tambah lebih besar dan berkelanjutan bagi Indonesia.
  • Indonesia perlu menghitung ketersediaan sumber daya alam untuk generasi mendatang.
  • Pengelolaan sumber daya alam harus mempertimbangkan keberlanjutan bagi anak cucu.
Tagar Terkait
#ekspor#hilirisasi#nikel#moratorium#bahlil#industri hilirisasi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya