Transaksi Derivatif Kripto Melonjak 33,76 Persen, Tembus Rp4,56 Triliun
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi derivatif aset kripto di Indonesia melonjak 33,76 persen menjadi Rp4,56 triliun pada Agustus 2026, lebih tinggi dari pertumbuhan transaksi kripto secara keseluruhan yang naik 12,87 persen menjadi Rp23,16 triliun. Indonesia menduduki peringkat ke-14 dalam adopsi kripto global menurut Chainalysis dengan jumlah investor mencapai 23,21 juta orang, dan secara global volume perdagangan derivatif menyumbang sekitar 86,2 persen dari total volume Rp4,23 triliun. Seiring peningkatan aktivitas derivatif, platform seperti Bittime mulai memperluas layanan dengan menawarkan instrumen berleverage, namun pertumbuhan tersebut perlu diimbangi pemahaman risiko dan peningkatan literasi investor agar perkembangan pasar berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.
Poin-Poin Utama
- Nilai transaksi derivatif aset kripto Indonesia mencapai Rp4,56 triliun pada Agustus 2026.
- Transaksi derivatif melonjak 33,76 persen dibandingkan Rp3,41 triliun pada Juli 2026.
- Total nilai transaksi aset kripto meningkat 12,87 persen menjadi Rp23,16 triliun.
- Jumlah investor kripto bertambah 1,23 persen menjadi 23,21 juta.
- Volume perdagangan spot dan derivatif global pada 11 bursa mencapai 4,23 triliun dolar AS.
- Volume perdagangan global naik 12,3 persen dari bulan sebelumnya.
- Transaksi derivatif menyumbang 86,2 persen dari total volume perdagangan global.
- Indonesia berada pada peringkat ke-14 adopsi kripto global menurut Chainalysis 2026.
- Indonesia meraih peringkat ke-11 untuk total arus transaksi dan ke-10 untuk arus lintas negara.
- Indonesia berada di peringkat ke-12 untuk saldo aset on-chain dan ke-13 untuk aktivitas domestan.
- Bittime Futures diluncurkan pada Juli 2026 menyediakan 49 pasangan perdagangan.
- Bittime Futures menawarkan fasilitas leverage hingga 25 kali.
- Pengguna dapat memilih mekanisme cross margin maupun isolated margin.
- Bittime menerapkan prosedur verifikasi identitas pengguna.
- Pertumbuhan volume transaksi spot lebih tinggi dibandingkan derivatif pada Agustus 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.