Terobosan Prabowo Perkuat Pencegahan Kebakaran Hutan dari Hulu
Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pengelolaan lahan gambut dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak terus berulang. Badan ini akan melibatkan ilmuwan dan profesional dalam upaya pencegahan, riset, pemetaan, serta sistem deteksi dini dan pemantauan titik panas. Selain pembentukan BPGMN, pemerintah juga mengoptimalkan operasi darat, pemanfaatan pompa air, dan keterlibatan masyarakat melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).
Poin-Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional.
- Pembentukan BPGMN bertujuan mengelola lahan gambut dan mencegah karhutla.
- Pembentukan BPGMN merupakan hasil diskusi dengan akademisi di Istana Merdeka, Jakarta.
- Diskusi diselenggarakan pada Kamis, 24 September 2026.
- BPGMN akan melibatkan ilmuwan dan profesional.
- BPGMN diarahkan untuk memperkuat pencegahan, riset, dan pemetaan.
- BPGMN juga bertugas mengembangkan sistem deteksi dini dan pemantauan titik panas.
- Satuan Tugas Darat akan dioptimalkan untuk merespons kebakaran secara langsung.
- Pengoptimalan pompa air portabel dan pengeboran dangkal menjadi perhatian pemerintah.
- Pompa air dirancang untuk merespons cepat di kawasan gambut.
- Perangkat desa dilibatkan melalui kelompok Masyarakat Peduli Api.
- Masyarakat sekitar berperan penting dalam pencegahan dan respons awal karhutla.
- Pendekatan ini mengintegrasikan pengetahuan ilmiah, teknologi, dan partisipasi masyarakat.
- Pengelolaan gambut dilakukan secara terintegrasi dari pencegahan hingga respons lapangan.
- Upaya ini melibatkan ilmuwan, profesional, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.