Bahaya Mengorek Hidung: Risiko Infeksi Bakteri hingga Mimisan
Mengorek hidung dapat melukai mukosa hidung dan memicu mimisan akibat pembuluh darah halus yang rusak, serta meningkatkan risiko infeksi bakteri Staphylococcus aureus hingga 53,6% pada pengorek hidung aktif dibandingkan 35,5% pada bukan pengorek hidung. Penelitian pada tenaga kesehatan di Belanda menemukan korelasi antara kebiasaan mengorek hidung dengan kejadian infeksi SARS-CoV-2, sementara luka yang tidak ditangani dapat menyebabkan abses septum hidung yang memerlukan penanganan medis intensif. Untuk mengurangi risiko, disarankan menjaga kebersihan tangan, menggunakan pembersih hidung lembut, serta menjaga kelembapan udara ruangan.
Poin-Poin Utama
- Mengorek hidung dapat melukai jaringan mukosa yang melapisi bagian dalam hidung.
- Luka pada mukosa hidung memicu perdarahan dari pembuluh darah halus sehingga menyebabkan mimisan.
- Penelitian dalam jurnal Infection Control & Hospital Epidemiology menemukan bahwa bakteri Staphylococcus aureus ditemukan pada 53,6% pasien klinik THT yang gemar mengorek hidung.
- Bakteri S. aureus hanya ditemukan pada 35,5% kelompok yang tidak mengorek hidung.
- Menurut CDC, bakteri S. aureus ditemukan pada kulit dan hidung sekitar 30% populasi manusia.
- Studi di Belanda tahun 2020 menemukan hubungan antara kebiasaan mengorek hidung dengan kejadian infeksi SARS-CoV-2 pada tenaga kesehatan.
- Mengorek hidung secara agresif dapat menyebabkan abses septum hidung.
- Abses septum hidung memerlukan penanganan medis intensif jika mengalami infeksi sekunder.
- Jaga kebersihan tangan secara rutin untuk mengurangi risiko infeksi.
- Gunakan pembersih hidung yang lembut atau semprotan hidung jika hidung terasa kering.
- Hindari memasukkan kuku tajam ke dalam rongga hidung.
- Jaga kelembapan udara di ruangan untuk mengurangi pembentukan lendir kering.
- Segera periksakan diri ke dokter jika mimisan terjadi berulang kali.
- Segera periksakan diri ke dokter jika luka di dalam hidung tidak kunjung sembuh.
- Segera periksakan diri ke dokter jika muncul nyeri hebat, pembengkakan, atau nanah di area hidung.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.