BEI Klaim Harga Saham Rp1 Bukan Momok Utama IHSG Ambrol Hari Ini
PT Bursa Efek Indonesia menyatakan bahwa penurunan batas harga saham terendah dari Rp50 menjadi Rp1 bukan faktor utama penyebab IHSG terkoreksi pada Senin (28/9), karena bobot saham-saham tersebut terhadap IHSG relatif kecil. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa 69 saham diperdagangkan di bawah level Rp50 pada hari pertama penerapan kebijakan tersebut, dan harga Rp50 selama bertahun-tahun tidak mencerminkan nilai wajar saham-saham tersebut. Pada penutupan perdagangan, IHSG ditutup melemah 94,03 poin atau 1,51 persen ke posisi 6.147,86.
Poin-Poin Utama
- BEI menyatakan penurunan harga saham terendah dari Rp50 menjadi Rp1 bukan faktor utama penyebab IHSG terkoreksi.
- Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyebutkan bobot saham berkategori harga Rp50 terhadap IHSG relatif kecil.
- Sejumlah saham telah bertahan di harga Rp50 selama bertahun-tahun tanpa adanya transaksi.
- Harga Rp50 belum tentu mencerminkan nilai wajar saham-saham tersebut menurut Jeffrey Hendrik.
- Dengan dihapusnya batas harga saham terendah Rp50, saham memiliki ruang untuk menemukan harga wajarnya.
- Terdapat 69 saham yang diperdagangkan di bawah level Rp50 pada hari pertama penerapan kebijakan tersebut.
- Sekitar 20 saham sebelumnya berada di level Rp50 dan bertambah oleh saham Papan Pemantauan Khusus.
- Jeffrey Hendrik menegaskan kontribusi saham di bawah Rp50 terhadap IHSG tidak besar.
- Pelaksanaan kebijakan pada hari pertama berjalan baik dari tahap pra-pembukaan hingga perdagangan.
- Respons pasar terhadap penerapan kebijakan tersebut positif menurut Jeffrey Hendrik.
- IHSG ditutup melemah 94,03 poin atau 1,51 persen ke posisi 6.147,86.
- Indeks LQ45 turun 9,30 poin atau 1,50 persen ke posisi 611,81.
- Frekuensi perdagangan saham tercatat 1,63 juta kali transaksi.
- Jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 34,07 miliar lembar bernilai Rp12,57 triliun.
- Sebanyak 192 saham naik, 554 saham menurun, dan 217 saham tidak bergerak nilainya.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.