Beranda Selasa, 29 September 2026

!online

Internasional Netral

Sanksi AS ke Iran Bakal Dirasakan Semua Negara di Kawasan, Ini Alasannya

Selasa, 29 September 2026, 19:07 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf memperingatkan tidak ada negara di kawasan yang dapat menjual minyak jika Iran dicegah mengekspor minyaknya, sebagai respons terhadap sanksi AS yang telah menyebabkan ekspor minyak Iran turun menjadi nol. Iran juga memperingatkan bahwa infrastruktur dan aset energi AS di sekitar Teluk serta Selat Hormuz dapat menjadi sasaran pembalasan, sembari membatasi akses melalui Selat Hormuz hingga Washington memenuhi persyaratan Tehran yang meliputi pencairan aset Iran yang dibekukan, pencabutan sanksi minyak, dan pengakhiran blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran. Washington sendiri mengklaim telah memblokade ekspor minyak Iran sepenuhnya dan memperluas tekanan ekonomi tidak hanya pada sektor minyak dan maritim, tetapi juga penerbangan sipil Iran.

Poin-Poin Utama

  • Mohammad Bagher Qalibaf memperingatkan tidak ada negara di kawasan yang dapat menjual minyak bila Iran dicegah mengekspor minyak.
  • Qalibaf menyatakan di mana Iran tidak dapat menjual minyak, negara lain pun tidak akan dapat menjual minyak.
  • Iran menghadapi pembatasan berat terhadap ekspor minyak di tengah konflik dengan Washington dan sanksi Amerika Serikat.
  • Gubernur Bank Sentral Iran mengatakan ekspor minyak Iran telah turun menjadi nol pada Agustus.
  • Iran tidak lagi mengekspor minyak mentah akibat perang dan sanksi.
  • Militer Amerika Serikat menyatakan lebih dari satu miliar barel minyak mentah telah melewati Selat Hormuz pada September.
  • Washington mengklaim Iran tidak mengekspor satu barel pun minyak di bawah apa yang disebut blokade ketat.
  • Qalibaf memperingatkan infrastruktur dan aset energi Amerika Serikat di sekitar Teluk dan Selat Hormuz dapat menjadi sasaran pembalasan Iran.
  • Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas komersial selama tujuh hari.
  • Trump menyatakan persyaratan Iran tidak dapat diterima dan Washington telah menguasai sepenuhnya jalur tersebut.
  • Proposal Iran meminta Washington mencairkan aset Iran yang dibekukan dan mencabut sanksi minyak.
  • Iran akan membuka kembali Selat Hormuz dan memulai pembicaraan kesepakatan setelah permintaan mereka dipenuhi.
  • Teheran membatasi akses Selat Hormuz sambil menuntut Washington memenuhi komitmen dalam memorandum kesepahaman Juni.
  • Iran menyatakan jalur tersebut tidak akan sepenuhnya dibuka sebelum persyaratannya dipenuhi.
  • Washington memperluas tekanan ekonomi terhadap Iran tidak hanya pada sektor minyak dan maritim tetapi juga penerbangan sipil.
Tagar Terkait
#iran#amerika serikat#selat hormuz#sanksi#minyak
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya