Harga Minyak Saudi Didiskon 5 Dolar AS, Apakah Harga BBM Indonesia Bisa Turun?
Arab Saudi melalui Saudi Aramco menurunkan harga minyak mentah sebesar 5 dolar AS per barel untuk pasar Asia pada November 2026, menjadi diskon terbesar dalam enam bulan terakhir. Diskon ini dinilai kurang signifikan karena biaya pengiriman dan asuransi yang melonjak akibat konflik di kawasan membuat harga bersih minyak Saudi tetap 9-32 dolar AS lebih mahal dibandingkan kondisi normal. Bagi Indonesia yang mengimpor 16-18 persen minyak mentah dari Arab Saudi, diskon ini menguntungkan kilang Pertamina, namun tidak otomatis menurunkan harga BBM di SPBU karena harga BBM domestik mengacu pada harga produk di Singapura.
Poin-Poin Utama
- Arab Saudi memberikan diskon 5 dolar AS per barel untuk minyak mentah ke pasar Asia.
- Harga Arab light untuk Asia turun 5 dolar AS di bawah rata-rata harga Oman dan Dubai.
- Diskon tersebut 3 dolar AS di bawah harga bulan sebelumnya.
- Diskon ini menjadi yang terbesar dalam enam bulan terakhir.
- Arab medium dan Arab heavy juga dipotong masing-masing 5 dolar AS per barel.
- Biaya pengiriman via Oman dan Dubai naik 10 sampai 28 persen.
- Premi asuransi pengiriman minyak naik 2 sampai 7,5 dolar AS per barel.
- Harga minyak Brent pada 5 Oktober 2026 di kisaran 102,7 dolar AS per barel.
- Harga minyak WTI di kisaran 89,7 dolar AS per barel.
- Harga untuk Amerika Serikat tetap, sementara Eropa naik 3 dolar AS per barel.
- Impor minyak mentah Indonesia dari Arab Saudi berkisar 16 sampai 18 persen.
- Diskon dinikmati pembeli minyak mentah seperti kilang Pertamina.
- Harga BBM tidak otomatis turun karena mengacu harga produk di Singapura.
- Asumsi harga minyak Indonesia untuk 2026 direvisi menjadi 89,43 dolar AS per barel.
- Iran dan Rusia juga memberikan diskon harga minyak ke pasar Asia.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.