Menkomdigi mengungkap peran IoT bangun ketahanan pangan di desa
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan teknologi Internet of Things dapat meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan jika diterapkan secara tepat di desa, sebagaimana visi swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto melalui program Asta Cita. Contoh nyata keberhasilan tersebut terlihat di Desa Pengkok, Sragen, di mana sensor tanah Jinawi mengurangi penggunaan pupuk dari 1.600 kilogram menjadi 750 kilogram per hektare, serta di Sukabumi di mana aerator berbasis IoT membantu kelompok pembudidaya menghasilkan 40 ton ikan nila per siklus dan pasokan 400 kilogram per minggu untuk program Makan Bergizi Gratis. Kementerian Komunikasi dan Digital berkomitmen memperluas penerapan IoT ke sentra-sentra produksi pangan di berbagai daerah agar manfaat digitalisasi dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
Poin-Poin Utama
- Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan teknologi IoT dapat meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan jika diterapkan di desa.
- Desa Pengkok, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menggunakan sensor tanah bernama Jinawi untuk pertanian.
- Penggunaan pupuk di Desa Pengkok turun dari 1.600 kilogram menjadi 750 kilogram per hektare.
- Penurunan penggunaan pupuk mencapai sekitar 53 persen setelah menerapkan sensor Jinawi.
- Sensor Jinawi membantu petani mengetahui kondisi tanah untuk menentukan kebutuhan pupuk secara lebih tepat.
- Pokdakan Cipancur Cimahi Farm Feed di Kabupaten Sukabumi menggunakan aerator berbasis IoT.
- Aerator IoT berfungsi menjaga kadar oksigen di dalam kolam budi daya ikan.
- Kelompok Pokdakan Cipancur beranggotakan 20 orang dan menghasilkan sekitar 40 ton ikan nila per siklus panen.
- Kelompok tersebut pemasok sekitar 400 kilogram ikan nila per minggu untuk program Makan Bergizi Gratis di Sukabumi.
- Kementerian Komunikasi dan Digital terus mengembangkan pemanfaatan IoT untuk kebutuhan produktif di berbagai wilayah.
- Penerapan IoT diarahkan untuk mengukur kondisi tanah, mengatur penggunaan input pertanian, dan menjaga kualitas air.
- Digitalisasi perlu diperluas ke sentra-sentra produksi pangan di berbagai daerah di Indonesia.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.