Tanker Minyak Terbakar, Perang Drone Rusia-Ukraina Ancam Laut Hitam, Turki Beri Peringatan
Kapal tanker Aframax Rio diserang wahana laut tanpa awak di lepas pantai Sochi, Rusia, memicu kebakaran besar yang berhasil dipadamkan dan seluruh 23 awak berkewarganegaraan India berhasil diselamatkan. Serangan ini terjadi di tengah eskalasi serangan jarak jauh Rusia-Ukraina menggunakan ratusan drone terhadap infrastruktur energi, pelabuhan, dan fasilitas strategis yang kini mengancam jalur pelayaran komersial di Laut Hitam. Turki melalui Menteri Luar Negeri Hakan Fidan memperingatkan Laut Hitam berisiko menjadi medan pertempuran baru, mendesak Moskow dan Kyiv menghentikan serangan terhadap kapal komersial, serta mengajukan proposal untuk menjamin keselamatan pelayaran dan ekspor gandum.
Poin-Poin Utama
- Kapal tanker minyak Aframax Rio diserang menggunakan wahana laut tanpa awak di lepas pantai Sochi, Rusia.
- Serangan memicu kebakaran besar dan mengirimkan asap hitam ke langit Laut Hitam.
- Seluruh 23 awak kapal berhasil diselamatkan dan merupakan warga negara India tanpa luka-luka.
- Pantai di kawasan Sirius, wilayah Krasnodar, ditutup sebagai tindakan pencegahan.
- Kapal Aframax Rio berbendera Liberia dan berlayar dari Novorossiysk, Rusia, menuju Istanbul, Turki.
- Serangan terjadi pada malam tanggal 6 Oktober 2026 sekitar pukul 20.00 waktu setempat.
- Kapal membawa muatan minyak mentah untuk perdagangan minyak Rusia.
- Kementerian Luar Negeri Turki Hakan Fidan memperingatkan Laut Hitam berisiko menjadi medan pertempuran baru.
- Ankara mendesak Moskow dan Kyiv menghentikan serangan terhadap kapal komersial.
- Turki mengajukan usulan jaminan keselamatan pelayaran dan ekspor gandum.
- Sochi merupakan kota tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2014.
- Executive Ship Management memastikan seluruh awak telah dibawa ke darat pada 7 Oktober 2026.
- Kebakaran berhasil dipadamkan dan pemeriksaan kondisi kapal masih dilakukan.
- Dua perwira senior kapal mendampingi petugas berwenang untuk memeriksa kerusakan.
- Perusahaan pengelola masih menilai kemungkinan dampak lingkungan dari insiden tersebut.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.