Beranda Senin, 12 Oktober 2026

!online

Kesehatan Netral

DNA Purba Mengungkap Asal Wabah Penyakit Pes sejak 5.500 Tahun Lalu

Senin, 12 Oktober 2026, 12:08 WIB Sumber: Kompas Dibaca 10 kali
Ukuran:

Studi genomik mengungkap penyakit pes sudah ada sejak 5.500 tahun lalu dan terus berulang kali terjadi hingga kini, berevolusi menjadi garis keturunan baru yang menyebar melalui perdagangan, migrasi, dan perang. Insiden kematian seorang peneliti di lembaga penelitian pes Rusia akibat kecelakaan laboratorium menimbulkan kekhawatiran global, namun WHO memastikan kasus tersebut tidak meluas menjadi wabah. Penyakit pes yang disebabkan bakteri Yersinia pestis memiliki tiga bentuk klinis utama, yaitu bubonik, pneumonik, dan septikemik, dengan tingkat kematian 30-100 persen jika tidak ditangani.

Poin-Poin Utama

  • Wabah penyakit pes terdeteksi sejak 5.500 tahun lalu berdasarkan studi genomik DNA kuno.
  • Wabah pes berulang kali kembali ke Eropa selama lebih dari 400 tahun setelah Black Death.
  • Wabah pes berevolusi menjadi garis keturunan baru dan menyebar melalui perdagangan, migrasi, dan perang.
  • Darya Shipilova, 28 tahun, pegawai Irkutsk Anti-Plague Research Institute, meninggal akibat pneumonia pes.
  • Shipilova tak sengaja memecahkan ampul berisi virus Yersinia pestis pada 25 September 2026.
  • Setidaknya 200 orang kontak erat dikarantina setelah insiden tersebut.
  • WHO menyatakan insiden bakteri pes di laboratorium Irkutsk tidak meluas menjadi wabah.
  • Bakteri Yersinia pestis biasanya ditemukan pada mamalia kecil dan kutunya.
  • Manusia dapat terinfeksi melalui gigitan kutu, kontak dengan bahan terinfeksi, atau inhalasi partikel pernapasan.
  • Rasio kematian penyakit pes mencapai 30-100 persen jika tidak diobati.
  • Terdapat tiga bentuk klinis utama infeksi pes, yaitu bubonik, pneumonik, dan septikemik.
  • Wabah pes pneumonik merupakan bentuk paling ganas dengan masa inkubasi bisa sesingkat 24 jam.
  • Wabah pes pneumonik dapat menular antarmanusia melalui partikel pernapasan.
  • Gejala umum penyakit pes meliputi demam mendadak, menggigil, sakit kepala, lemas, muntah, mual, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Penyakit pes ditemukan di semua benua kecuali Oseania.
Tagar Terkait
#wabah#yersinia pestis#penyakit pes#genomik#penyakit menular#siberia#dna purba#black death
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya