Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Protes Meluas Sampai Turki
Pemerintah Azerbaijan mengesahkan amandemen yang secara tidak langsung melarang penggunaan hijab di sekolah dengan dalih menjaga prinsip sekularisme, yang memicu protes meluas dan boikot ratusan siswa di berbagai wilayah. Para pengunjuk rasa menyampaikan tuntutan agar hijab tidak menjadi penghalang pendidikan, sementara sejumlah guru yang mengenakan jilbab diminta melepas penutup kepala atau meninggalkan pekerjaan mereka. Di beberapa lokasi, protes berujung bentrokan dan 37 orang ditahan, meskipun sekitar 96 persen penduduk negara tersebut beragama Islam dan konstitusi menjamin kebebasan beragama.
Poin-Poin Utama
- Pemerintah Azerbaijan secara tidak langsung melarang siswa dan staf mengenakan hijab di sekolah.
- Amandemen aturan disetujui pada bulan lalu.
- Peraturan tersebut melarang pakaian yang melanggar prinsip sekularisme.
- Demonstrasi dilakukan di Sekolah Nomor 69, kawasan Balakhani, Baku.
- Para orang tua dan siswa membawa slogan "Hijab bukan penghalang bagi pendidikan!"
- Ratusan siswa menghentikan sekolah dan mengumumkan boikot.
- Guru yang mengenakan jilbab diminta melepas penutup kepala atau meninggalkan pekerjaan.
- Guru Zahra Hasanova diberitahu tidak diperbolehkan mengenakan hijab di sekolah.
- Di beberapa wilayah, protes berujung pada bentrokan.
- Para demonstran berusaha menerobos masuk ke gedung sekolah.
- Mobil kepala sekolah dibakar di halaman salah satu sekolah.
- Kementerian Dalam Negeri Azerbaijan membuka kasus pidana berdasarkan pasal pelanggaran berat ketertiban umum.
- Sebanyak 37 orang ditahan terkait protes.
- Sekitar 96 persen penduduk Azerbaijan beragama Islam.
- Konstitusi Azerbaijan menetapkan negara tersebut sebagai negara sekuler sekaligus menjamin kebebasan beragama.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.