Gunung Semeru Alami Sembilan Kali Erupsi, Status Masih Siaga
Gunung Semeru mengalami sembilan kali erupsi pada 13 Oktober 2026 pukul 00.00-11.00 WIB dengan tinggi kolom abu maksimal 900 meter dari puncak dan statusnya tetap Siaga Level III. Sepanjang tahun 2026, Gunung Semeru telah mencatat total 2.034 kali erupsi dengan rekomendasi agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari puncak dan 13 km di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan.
Poin-Poin Utama
- Gunung Semeru mengalami sembilan kali erupsi pada 13 Oktober 2026 pukul 00.00-11.00 WIB.
- Tinggi kolom abu maksimal mencapai 900 meter dari puncak.
- Kolom abu berwarna putih-kelabu teramati mengarah ke barat daya.
- Kolom abu tertinggi pada pukul 05.20 dan 06.47 WIB tercatat 900 meter (4.576 mdpl).
- Kolom abu terendah tercatat 300 meter pada pukul 00.36 dan 05.06 WIB.
- PVMBG mencatat 28 kali gempa letusan, 3 kali gempa guguran, dan 3 kali gempa harmonik pada 13 Oktober 2026 dini hari.
- Status Gunung Semeru bertahan di Level III atau Siaga.
- Pada 12 Oktober 2026 Gunung Semeru mengalami 12 kali erupsi.
- Pada 11 Oktober 2026 Gunung Semeru mengalami 6 kali erupsi.
- Total erupsi sepanjang tahun 2026 tercatat 2.034 kali.
- Abu vulkanik Semeru terdeteksi tersebar ke arah barat meliputi wilayah Kabupaten Malang dan Blitar.
- Masyarakat diinstruksikan tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari puncak Semeru.
- Aktivitas ekonomi dilarang dalam radius 13 km di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan.
- Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga sejak 9 Oktober 2026 malam dan belum erupsi ulang.
- PVMBG mencatat 1 kali gempa embusan dan 2 kali gempa hibrid di Gunung Anak Krakatau pada 13 Oktober 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.