Beranda Selasa, 29 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Rupiah Kembali Dekati Level Rp18 Ribu, Ini Pemicunya

Senin, 28 September 2026, 11:12 WIB Sumber: Republika Dibaca 1 kali
Ukuran:

Rupiah melemah 45 poin atau 0,25 persen menjadi Rp17.948 per dolar AS pada perdagangan Senin. Pelemahan ini dipicu oleh data penjualan barang tahan lama AS yang lebih kuat dari perkiraan, meningkatnya imbal hasil obligasi AS, harga minyak mentah yang naik, serta penolakan proposal Iran oleh AS yang memicu spekulasi kenaikan suku bunga The Fed Oktober dengan peluang sekitar 70 persen. Analis memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.

Poin-Poin Utama

  • Rupiah melemah 45 poin menjadi Rp 17.948 per dolar AS pada pembukaan Senin.
  • Penutupan sebelumnya rupiah di level Rp 17.903 per dolar AS.
  • Pelemahan rupiah dipicu data penjualan barang tahan lama AS yang lebih kuat dari perkiraan.
  • Penjualan barang tahan lama AS tidak berubah alias 0 persen.
  • Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan yang turun 0,4 persen.
  • Pesanan baru barang tahan lama AS Agustus stabil di 338,6 miliar dolar AS.
  • Trump menolak proposal terbaru Iran yang disampaikan dalam negosiasi tidak langsung di New York.
  • Iran mengusulkan pembukaan kembali jalur perairan strategis sebagai imbalan pencabutan blokade.
  • Imbal hasil obligasi 10 tahun AS berada di 5,2 persen.
  • Imbal hasil obligasi 30 tahun AS berada di 5,52 persen.
  • Harga minyak mentah WTI berada di 94,15 dolar AS per barel.
  • Harga minyak mentah Brent berada di 103,2 dolar AS per barel.
  • Pasar memperkirakan peluang 70 persen kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober.
  • Ekspektasi tersebut naik dari 50 persen di awal pekan.
  • Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 17.900 hingga Rp 18.000 per dolar AS.
Tagar Terkait
#iran#rupiah#minyak mentah#the fed#dolar as#federal reserve#obligasi as
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya