Film Aplikasi Iblis Padukan Teror Supranatural dan Teknologi AI
Film horor Aplikasi Iblis disutradarai oleh Dimas Anggara dan diproduksi oleh NIH Pictures, memadukan teror supranatural dengan unsur fiksi ilmiah serta teknologi kecerdasan buatan. Ide cerita berasal dari ibunya yang memiliki banyak ide kreatif, kemudian dikembangkan menjadi kisah tentang aplikasi yang memungkinkan percakapan dengan orang yang telah meninggal dunia. Film ini mengangkat tema bahwa teknologi selain memudahkan juga memiliki dampak negatif, seperti menjauhkan orang yang seharusnya dekat, dengan mengisahkan Arya yang tidak bisa menerima kepergian kekasihnya dan mencari cara untuk berkomunikasi kembali dengannya.
Poin-Poin Utama
- Dimas Anggara menjadi sutradara film horor Aplikasi Iblis.
- Film diproduksi oleh NIH Pictures.
- Film ini memadukan teror supranatural, fiksi ilmiah, dan teknologi kecerdasan buatan.
- Ide cerita film berasal dari ibu Dimas Anggara.
- Dimas Anggara dikenal sebagai orang yang senang berimajinasi dan berkhayal.
- Konsep cerita adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan percakapan dengan orang yang sudah meninggal.
- Film memberikan perspektif bahwa teknologi memiliki dampak negatif.
- Dimas menyebutkan bahwa teknologi bisa membuat orang dekat terasa jauh.
- Tokoh utama Arya dimainkan oleh Junior Roberts.
- Kekasih Arya bernama Laras yang diperankan oleh Dosma Hazenbosch.
- Laras meninggal secara tragis satu tahun sebelum cerita utama dimulai.
- Arya belum bisa menerima kepergian kekasihnya.
- Arya terus berusaha agar bisa berkomunikasi kembali dengan Laras.
- Film ini bertujuan memberikan sudut pandang tentang dampak teknologi bagi generasi Z.
- Wawancara dengan Dimas Anggara dilakukan di kantor Republika pada 30 September 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.