Kemenhaj: Tak Ada Jemaah RI Jadi Korban Serangan Houthi di Riyadh
Kementerian Haji dan Umrah memastikan tidak ada jemaah umrah asal Indonesia yang menjadi korban dalam serangan milisi Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Kemenhaj menjalin komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri serta KBRI Riyadh untuk memastikan keselamatan jemaah dan menginstruksikan seluruh travel umrah menjadikan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama dengan memantau kondisi serta memberikan pendampingan. Serangan Houthi menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 orang lainnya luka-luka berdasarkan informasi otoritas Arab Saudi.
Poin-Poin Utama
- Tidak ada jemaah umrah asal Indonesia yang menjadi korban serangan Houthi di Riyadh.
- Serangan milisi Houthi menargetkan Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada Sabtu, 10 Oktober.
- Serangan Houthi menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang lainnya.
- Sejumlah korban luka dilaporkan dalam kondisi kritis dan mendapat penanganan medis di rumah sakit.
- Total 37 jemaah berangkat dan pulang melalui Bandara Internasional King Khaled, Riyadh, hingga 11 Oktober 2026.
- Kemenhaj melarang perjalanan yang tidak mendesak ke luar wilayah terdampak.
- Jemaah diminta memfokuskan kegiatan pada ibadah di Makkah dan Madinah.
- PPIU atau travel umrah wajib menjadikan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama.
- Travel umrah wajib memantau kondisi jemaah dan menginformasikan setiap perubahan jadwal.
- PPIU harus memastikan jemaah dapat menghubungi petugas saat membutuhkan bantuan.
- Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha menyampaikan keterangan tertulis pada 13 Oktober.
- Calon jemaah diminta memastikan kembali status penerbangan bersama pihak travel.
- Jemaah diimbau merujuk informasi resmi dari Kemenhaj, Kemenlu, KBRI Riyadh, dan KJRI Jeddah.
- Masyarakat diimbau tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
- Keluarga jemaah diminta menjaga komunikasi dengan jemaah dan pihak travel.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.